Deskripsi
Jathilan di Gunungkidul adalah seni pertunjukan tradisional khas masyarakat Jawa yang menampilkan sekelompok penari menunggang kuda tiruan dari anyaman bambu (kuda lumping) sambil diiringi musik gamelan dan nyanyian sinden. Dalam pertunjukan, penari awalnya menampilkan gerakan gemulai, lalu memasuki fase magis dengan kondisi kesurupan (ndadi) yang membuat gerakan mereka semakin liar dan memukau, serta seringkali menampilkan atraksi ekstrem seperti makan beling, kembang, atau dedaunan yang menambah nuansa mistis dan dramatis pada pentas yang disuguhkan di berbagai acara penting desa, seperti selamatan, sunatan, pernikahan, dan ritual adat besar seperti rasulan. Selain sebagai hiburan, jathilan adalah gambaran perlawanan, keberanian, dan persatuan masyarakat, sekaligus menjadi bukti akulturasi budaya lokal dengan nilai-nilai Islam, di mana setiap pementasan juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur dan doa bagi keselamatan desa. Kehadiran jathilan di Gunungkidul sangat mengakar, menegaskan identitas budaya, serta menjadi daya tarik wisata budaya yang unik dan otentik bagi para pengunjung.